Category: Agama
-
Durga Stawa Lengkap
Puja ring Pura Dalem Berikut adalah Durga Stawa versi Bali yang umum digunakan ketika tangkil atau ngastawa di Pura Dalem. Dalam sejumlah tuntunan kepamangkuan, bagian intinya terdiri atas lima bait, kemudian pada beberapa tradisi ditambahkan mantra penutup. (Academia) Bait I — Ngastawa Sang Hyang Giri Putri Om Giri Putri Dewa DewiLoka Sraya Maha DewiUma Gangga SaraswatiGayatri Waisnawi…
-
Sang Hyang Catur Dewi dalam konteks Pura Dalem
Arca Durgā Mahiṣāsuramardinī di Pura Bukit Dharma Durga Kutri merupakan salah satu contoh ikonografi Bhatari Durga di Bali. Arca ini membantu memahami aspek pelindung dan penakluk kekacauan, tetapi bukan gambaran baku “empat sosok Catur Dewi”. Mantra yang Anda maksud memang merupakan kunci penting untuk memahami Sang Hyang Catur Dewi yang berkaitan dengan Pura Dalem. Untuk konteks…
-
Siapakah Sang Hyang Catur Dewi?
Upacara Danu Kerthi di Danau Beratan. Foto ini memperlihatkan konteks pemuliaan danau dan sumber air; bukan gambaran ikonografis baku Sang Hyang Catur Dewi. Dalam tradisi Hindu Bali, Sang Hyang Catur Dewi bukan selalu nama bagi satu tokoh Dewi tertentu. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai sebutan kolektif bagi empat perwujudan Śakti, yaitu kekuatan ilahi feminin dari Sang…
-
Catur Cuntaka:
Pengertian, Jenis, Ruang Lingkup, dan Penerapannya 1. Pengertian Catur Cuntaka Cuntaka adalah keadaan ketika seseorang, keluarga, tempat, atau sarana tertentu untuk sementara dipandang belum memenuhi syarat kesucian ritual untuk memasuki tempat suci atau melaksanakan pekerjaan keagamaan tertentu. Dalam kehidupan masyarakat Bali, keadaan ini lebih umum disebut sebel, sedangkan istilah leteh atau cemer kerap dipakai untuk menggambarkan keadaan yang belum suci secara niskala. Keputusan…
-
Rumah Duka Bukan “Tempat Kotor”
Meluruskan Makna Cuntaka, Sesana Pemangku, dan Dharma Melayat Di tengah kehidupan masyarakat Hindu Bali, berkembang suatu anggapan bahwa rumah orang yang sedang berduka adalah “tempat kotor”. Atas dasar anggapan tersebut, sebagian orang yang telah mawinten, menjadi Jero Mangku, atau merasa sedang ngiring memilih tidak datang melayat karena khawatir kehilangan kesucian. Kehati-hatian dalam menjaga kesucian tentu patut dihormati. Seorang…
-
Kitab Suci Weda:
Pengertian, Bagian-Bagian, dan Subbagiannya 1. Pengertian Weda Weda atau Veda berasal dari akar kata Sanskerta vid, yang berarti “mengetahui”, “pengetahuan”, atau “kebijaksanaan”. Karena itu, Weda dapat diartikan sebagai pengetahuan suci yang menjadi dasar ajaran Hindu. Dalam keyakinan Hindu, Weda bukan ciptaan manusia atau apauruṣeya. Kebenaran Weda diyakini diterima atau “didengar” oleh para ṛṣi melalui kesadaran rohani, kemudian diwariskan secara lisan dari…
-

Kalpa dalam Kosmologi Hindu
Kalpa merupakan satuan waktu kosmis dalam tradisi Hindu yang berlangsung selama 4,32 miliar tahun manusia. Bagaimana cara menghitungnya dan bagaimana perbandingannya dengan usia Bumi serta alam semesta?
-
Diksa atau Pediksaan Sulinggih di Bali
Syarat, Proses, Persamaan, dan Keragaman Tradisi Aguron-guron Pendahuluan Diksa, yang dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali juga disebut Padiksaan, Pediksaan, Mediksa, atau Diksa Dwijati, merupakan proses penyucian dan kelahiran kembali secara rohani bagi seseorang yang akan menjalankan swadharma sebagai Sulinggih. Pediksaan bukan sekadar upacara pelantikan atau pemberian gelar keagamaan. Di dalamnya terdapat proses pendidikan, pengendalian diri, penyucian lahir dan batin,…
-
Perjalanan Atma Setelah Kematian dalam Tradisi Hindu Bali
Pendahuluan Kematian merupakan salah satu peristiwa paling mendalam dalam kehidupan manusia. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kematian menghadirkan kesedihan, kehilangan, dan perubahan besar. Namun dalam ajaran Hindu, kematian tidak dipandang sebagai berakhirnya seluruh keberadaan seseorang. Kematian terutama merupakan berakhirnya fungsi badan jasmani, sedangkan atma tetap melanjutkan perjalanannya. Dalam tradisi Hindu Bali, perjalanan setelah kematian dipahami melalui…
-
Hari Raya Nyepi
Hari Raya Nyepi: Filosofi Keheningan dalam Budaya Bali Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Namun berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan kemeriahan, Nyepi justru dirayakan dengan keheningan total selama 24 jam. Tidak ada aktivitas, tidak ada perjalanan, tidak ada cahaya—bahkan bandara pun ikut berhenti…
-
Praktek Siwa Ratri di Jaman Modern
PRAKTIK PALING PENTING DI ZAMAN 2026 Ini bagian paling relevan dengan kehidupan modern. 1. Detoks Distraksi Digital (INI KRUSIAL) Minimal lakukan: Tanpa ini, Siwa Ratri kehilangan makna modernnya 2. Introspeksi Jujur (tanpa romantisasi) Tanyakan dengan brutal tapi lembut: Tulis. Jangan hanya dipikirkan. 3. Hadapi “Bayangan” (Shadow Work) Dalam psikologi modern: Siwa Ratri adalah malam berdamai dengan sisi…
-
Cerita Lubdaka
Berikut cerita lengkap Lubdaka (Lubdhaka) sebagaimana dikenal dalam tradisi Hindu Bali dan kisah Siwa Ratri. Cerita ini bersifat simbolis dan filosofis, bukan sekadar legenda moral biasa. Kisah Lubdaka: Pemburu yang Diselamatkan oleh Kesadaran Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pria bernama Lubdaka, yang berarti pemburu. Ia bukan orang suci, bukan pula pendeta. Pekerjaannya adalah membunuh binatang di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena pekerjaannya…
