Pengertian, Cara Perhitungan, dan Perbandingannya dengan Waktu Modern
Apa Itu Kalpa?
Ketika berbicara tentang waktu, manusia biasanya menggunakan satuan detik, menit, jam, hari, tahun, abad, atau milenium. Namun, dalam kosmologi Hindu terdapat ukuran waktu yang jauh lebih besar, yaitu Kalpa.
Kalpa adalah satu periode waktu kosmis yang panjangnya setara dengan satu siang Brahma. Satu Kalpa terdiri atas 1.000 Mahayuga, yaitu seribu putaran lengkap dari empat zaman atau Yuga.
Keempat Yuga tersebut adalah:
- Satya Yuga atau Krita Yuga;
- Treta Yuga;
- Dwapara Yuga;
- Kali Yuga.
Satu rangkaian lengkap dari keempat Yuga disebut Caturyuga atau Mahayuga.
Secara matematis:
1 Kalpa = 1.000 Mahayuga
Karena satu Mahayuga berlangsung selama 4.320.000 tahun manusia, maka:
1 Kalpa = 1.000 × 4.320.000 tahun
Hasilnya adalah:
1 Kalpa = 4.320.000.000 tahun manusia
Dengan demikian, satu Kalpa berlangsung selama 4,32 miliar tahun.
Kalpa bukan sekadar satuan waktu yang sangat panjang. Konsep ini merupakan bagian dari pandangan kosmologi Hindu yang memandang alam semesta berlangsung dalam siklus penciptaan, pemeliharaan, peleburan, dan penciptaan kembali.
Kalpa sebagai Satu Siang Brahma
Dalam kosmologi Hindu, satu Kalpa disebut sebagai satu siang Brahma.
Siang Brahma menggambarkan masa ketika alam semesta berada dalam keadaan termanifestasi. Berbagai dunia, kehidupan, makhluk, dan tingkatan keberadaan muncul serta menjalani siklus kehidupannya.
Ketika siang Brahma berakhir, dimulailah malam Brahma. Malam Brahma berlangsung dalam waktu yang sama panjang dengan siangnya, yaitu 4,32 miliar tahun.
Dengan demikian:
| Periode kosmis | Durasi |
|---|---|
| Satu siang Brahma | 4,32 miliar tahun |
| Satu malam Brahma | 4,32 miliar tahun |
| Satu siang dan malam Brahma | 8,64 miliar tahun |
Malam Brahma dikaitkan dengan keadaan peleburan sementara atau pralaya, ketika alam semesta tidak lagi berada dalam bentuk manifestasi seperti pada siang Brahma.
Setelah malam Brahma berakhir, dimulailah kembali siang Brahma berikutnya. Alam semesta kembali memasuki tahap penciptaan dan kehidupan.
Hal ini menunjukkan bahwa waktu dalam kosmologi Hindu dipahami secara siklis, bukan hanya sebagai garis lurus yang bergerak dari satu awal menuju satu akhir.
Cara Menghitung Kalpa
Perhitungan Kalpa dibangun dari beberapa tingkatan waktu, mulai dari tahun manusia, tahun dewa, Yuga, Mahayuga, Manvantara, hingga Kalpa.
Urutan sederhananya adalah:
Tahun manusia → Tahun dewa → Yuga → Mahayuga → Manvantara → Kalpa
Tahun Manusia dan Tahun Dewa
Dalam sistem waktu kosmologi Hindu, terdapat perbedaan antara tahun manusia dan tahun dewa.
Satu tahun manusia dipandang setara dengan satu siang dan malam para dewa. Sementara itu, satu tahun dewa terdiri atas 360 siang dan malam para dewa.
Karena itu:
1 tahun dewa = 360 tahun manusia
Perhitungan ini kemudian digunakan untuk menentukan panjang setiap Yuga.
Perhitungan Empat Yuga
Setiap Yuga memiliki durasi yang berbeda. Secara umum, perbandingan panjang keempat Yuga adalah:
Satya Yuga : Treta Yuga : Dwapara Yuga : Kali Yuga = 4 : 3 : 2 : 1
Namun, perhitungan lengkapnya juga mencakup masa peralihan pada awal dan akhir setiap Yuga.
Berikut perhitungannya:
| Yuga | Tahun dewa | Perhitungan | Tahun manusia |
|---|---|---|---|
| Satya atau Krita Yuga | 4.800 | 4.800 × 360 | 1.728.000 tahun |
| Treta Yuga | 3.600 | 3.600 × 360 | 1.296.000 tahun |
| Dwapara Yuga | 2.400 | 2.400 × 360 | 864.000 tahun |
| Kali Yuga | 1.200 | 1.200 × 360 | 432.000 tahun |
| Jumlah | 12.000 | 12.000 × 360 | 4.320.000 tahun |
Dari perhitungan tersebut diperoleh:
1 Mahayuga = 4.320.000 tahun manusia
Satu Mahayuga merupakan satu putaran lengkap dari Satya Yuga, Treta Yuga, Dwapara Yuga, dan Kali Yuga.
Dari Mahayuga Menjadi Kalpa
Setelah mengetahui durasi satu Mahayuga, perhitungan satu Kalpa menjadi lebih sederhana.
Karena:
1 Mahayuga = 4.320.000 tahun
dan:
1 Kalpa = 1.000 Mahayuga
maka:
1 Kalpa = 1.000 × 4.320.000 tahun
Hasilnya:
1 Kalpa = 4.320.000.000 tahun
Jadi, satu Kalpa setara dengan:
4,32 miliar tahun manusia.
Perhitungan Kalpa melalui Manvantara
Kalpa juga dapat dihitung melalui pembagian waktu yang disebut Manvantara.
Manvantara adalah periode pemerintahan satu Manu. Manu dipahami sebagai tokoh yang mengatur dan membimbing kehidupan manusia dalam suatu periode kosmis tertentu.
Dalam satu Kalpa terdapat 14 Manvantara.
Satu Manvantara terdiri atas:
71 Mahayuga
Karena satu Mahayuga berlangsung selama 4.320.000 tahun, maka:
71 × 4.320.000 = 306.720.000 tahun
Dengan demikian:
1 Manvantara = 306.720.000 tahun manusia
Apabila 14 Manvantara dijumlahkan:
14 × 306.720.000 = 4.294.080.000 tahun
Jumlah tersebut belum mencapai 4,32 miliar tahun karena masih terdapat masa-masa peralihan yang disebut Manvantara-sandhi.
Masa Peralihan dalam Satu Kalpa
Dalam satu Kalpa terdapat 14 Manvantara dan 15 masa peralihan. Satu masa peralihan memiliki durasi yang sama dengan Satya Yuga, yaitu:
1.728.000 tahun
Maka:
15 × 1.728.000 = 25.920.000 tahun
Jika masa 14 Manvantara ditambahkan dengan seluruh masa peralihannya:
4.294.080.000 + 25.920.000 = 4.320.000.000 tahun
Dengan demikian:
14 Manvantara + 15 masa peralihan = 1 Kalpa
Hasil akhirnya tetap sama:
1 Kalpa = 4,32 miliar tahun manusia.
Perhitungan ini menunjukkan bahwa Yuga, Mahayuga, Manvantara, dan Kalpa tersusun dalam suatu sistem waktu yang saling berkaitan.
Ringkasan Susunan Satu Kalpa
| Satuan waktu | Jumlah atau durasi |
|---|---|
| 1 Kali Yuga | 432.000 tahun |
| 1 Dwapara Yuga | 864.000 tahun |
| 1 Treta Yuga | 1.296.000 tahun |
| 1 Satya Yuga | 1.728.000 tahun |
| 1 Mahayuga | 4.320.000 tahun |
| 1 Manvantara | 71 Mahayuga |
| Manvantara dalam 1 Kalpa | 14 Manvantara |
| Mahayuga dalam 1 Kalpa | 1.000 Mahayuga |
| 1 Kalpa | 4.320.000.000 tahun |
Satu Tahun Brahma
Satu siang Brahma berlangsung selama satu Kalpa atau 4,32 miliar tahun. Malam Brahma memiliki durasi yang sama.
Karena itu:
1 siang dan malam Brahma = 8,64 miliar tahun
Satu tahun Brahma terdiri atas 360 kali siang dan malam Brahma.
Perhitungannya:
8,64 miliar × 360 = 3,1104 triliun tahun
Dengan demikian:
1 tahun Brahma = 3,1104 triliun tahun manusia
Umur Brahma digambarkan berlangsung selama 100 tahun Brahma.
Maka:
3,1104 triliun × 100 = 311,04 triliun tahun
Ringkasannya:
| Periode | Durasi dalam tahun manusia |
|---|---|
| Satu siang Brahma | 4,32 miliar tahun |
| Satu malam Brahma | 4,32 miliar tahun |
| Satu siang dan malam Brahma | 8,64 miliar tahun |
| Satu tahun Brahma | 3,1104 triliun tahun |
| Seratus tahun Brahma | 311,04 triliun tahun |
Angka-angka tersebut merupakan bagian dari sistem kosmologi Hindu. Angka tersebut tidak diperoleh melalui pengukuran menggunakan teleskop, penanggalan batuan, atau metode fisika modern.
Perbandingan Kalpa dengan Perhitungan Masa Kini
Besarnya satu Kalpa dapat dibandingkan dengan usia Bumi dan usia alam semesta berdasarkan perkiraan ilmu pengetahuan modern.
Namun, perbandingan ini hanya digunakan untuk membantu memahami besarnya durasi Kalpa. Kosmologi Hindu dan ilmu pengetahuan modern menggunakan dasar, metode, serta tujuan yang berbeda.
Kalpa Dibandingkan dengan Usia Bumi
Usia Bumi berdasarkan perhitungan ilmiah modern diperkirakan sekitar:
4,54 miliar tahun
Sementara itu:
1 Kalpa = 4,32 miliar tahun
Perbandingannya adalah:
4,54 ÷ 4,32 = sekitar 1,05
Dengan demikian:
Usia Bumi saat ini setara dengan sekitar 1,05 Kalpa.
Apabila dihitung dari arah sebaliknya:
4,32 ÷ 4,54 × 100% = sekitar 95,2%
Artinya, satu Kalpa memiliki durasi sekitar 95,2 persen dari usia Bumi menurut perkiraan ilmiah modern.
Selisih antara usia Bumi dan satu Kalpa adalah:
4,54 miliar − 4,32 miliar = 0,22 miliar tahun
atau sekitar:
220 juta tahun
Kedekatan angka ini menarik untuk dibandingkan. Namun, keduanya tidak dapat dianggap sebagai perhitungan yang sama.
Kalpa merupakan bagian dari kosmologi Hindu, sedangkan usia Bumi diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran terhadap batuan, mineral, meteorit, serta unsur radioaktif.
Kalpa Dibandingkan dengan Usia Alam Semesta
Usia alam semesta menurut perkiraan kosmologi modern adalah sekitar:
13,8 miliar tahun
Perbandingannya dengan satu Kalpa adalah:
13,8 ÷ 4,32 = sekitar 3,19
Dengan demikian:
Usia alam semesta saat ini setara dengan sekitar 3,19 Kalpa.
Dari arah sebaliknya:
4,32 ÷ 13,8 × 100% = sekitar 31,3%
Artinya, satu Kalpa setara dengan sekitar 31,3 persen dari usia alam semesta menurut perkiraan ilmu pengetahuan modern.
Perbandingan ini tidak berarti bahwa satu Kalpa menggambarkan sejarah alam semesta sejak peristiwa awal kosmos hingga saat ini. Perbandingan tersebut hanya menunjukkan hubungan matematis antara dua rentang waktu.
Ringkasan Perbandingan
| Rentang waktu | Durasi | Perbandingan dengan Kalpa |
|---|---|---|
| Satu Kalpa | 4,32 miliar tahun | 1 Kalpa |
| Usia Bumi | Sekitar 4,54 miliar tahun | Sekitar 1,05 Kalpa |
| Siang dan malam Brahma | 8,64 miliar tahun | 2 Kalpa |
| Usia alam semesta | Sekitar 13,8 miliar tahun | Sekitar 3,19 Kalpa |
| Satu tahun Brahma | 3,1104 triliun tahun | 720 Kalpa |
| Seratus tahun Brahma | 311,04 triliun tahun | 72.000 Kalpa |
Membayangkan Satu Kalpa sebagai 24 Jam
Angka 4,32 miliar tahun sulit dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih mudah dipahami, satu Kalpa dapat dipadatkan menjadi satu hari yang terdiri atas 24 jam.
Apabila:
4.320.000.000 tahun = 24 jam
maka:
Satu Jam dalam Skala Kalpa
4.320.000.000 ÷ 24 = 180.000.000 tahun
Jadi:
1 jam = 180 juta tahun
Satu Menit dalam Skala Kalpa
180.000.000 ÷ 60 = 3.000.000 tahun
Jadi:
1 menit = 3 juta tahun
Satu Detik dalam Skala Kalpa
3.000.000 ÷ 60 = 50.000 tahun
Jadi:
1 detik = 50.000 tahun
Ringkasannya:
| Skala waktu Kalpa | Setara dengan |
|---|---|
| 24 jam | 4,32 miliar tahun |
| 1 jam | 180 juta tahun |
| 1 menit | 3 juta tahun |
| 1 detik | 50.000 tahun |
Dalam skala tersebut, sejarah peradaban manusia selama 5.000 tahun hanya berlangsung sekitar 0,1 detik.
Sementara itu, kehidupan manusia selama 80 tahun hanya berlangsung sekitar:
80 ÷ 50.000 = 0,0016 detik
Perbandingan ini memperlihatkan betapa singkatnya kehidupan manusia apabila ditempatkan dalam skala satu Kalpa.
Perbedaan Sistem Kalpa dan Ilmu Pengetahuan Modern
Walaupun Kalpa dapat dituliskan dalam satuan tahun modern, dasar perhitungannya berbeda dengan sistem yang digunakan dalam geologi dan astronomi.
| Aspek | Sistem Kalpa | Ilmu pengetahuan modern |
|---|---|---|
| Dasar perhitungan | Pembagian waktu kosmis dalam tradisi Hindu | Pengamatan, pengukuran, eksperimen, dan model matematika |
| Pandangan terhadap waktu | Bersifat siklis | Mengukur urutan perubahan dan sejarah fisik |
| Satuan utama | Yuga, Mahayuga, Manvantara, dan Kalpa | Detik, tahun, abad, serta skala geologi |
| Cara menentukan usia | Hubungan matematis dalam sistem kosmologi | Penanggalan radiometrik dan pengamatan astronomi |
| Tujuan | Menjelaskan keteraturan dan siklus kosmis | Menjelaskan perkembangan fisik Bumi dan alam semesta |
| Sifat angka | Tetap dalam sistem tradisional | Berupa estimasi yang dapat diperbarui |
Ilmu pengetahuan modern menentukan usia Bumi dengan mempelajari unsur-unsur radioaktif dalam batuan dan meteorit. Sementara itu, usia alam semesta diperkirakan melalui pengamatan terhadap perluasan ruang, radiasi kosmik, galaksi, dan bintang-bintang tua.
Perhitungan Kalpa berasal dari hubungan internal antara Yuga, Mahayuga, Manvantara, siang Brahma, dan malam Brahma.
Keduanya menggunakan angka dan matematika, tetapi memiliki dasar pengetahuan serta cara pembuktian yang berbeda.
Apakah Kalpa Sama dengan Usia Bumi?
Kalpa tidak sama dengan usia Bumi.
Satu Kalpa adalah:
4,32 miliar tahun
Sedangkan usia Bumi diperkirakan sekitar:
4,54 miliar tahun
Kedua angka tersebut memang berada dalam skala yang hampir sama, tetapi memiliki selisih sekitar 220 juta tahun.
Selain berbeda secara angka, keduanya juga berbeda secara pengertian.
Kalpa adalah bagian dari siklus kosmis Hindu. Usia Bumi adalah perkiraan ilmiah mengenai waktu yang telah berlalu sejak planet Bumi terbentuk.
Oleh karena itu, kedekatan angka tersebut tidak membuktikan bahwa Kalpa merupakan perhitungan ilmiah mengenai usia Bumi. Keduanya lebih tepat dipahami sebagai dua sistem pengetahuan dengan pendekatan berbeda.
Kalpa Bukan Tahun Cahaya
Kalpa terkadang dibandingkan secara keliru dengan tahun cahaya. Padahal, keduanya mengukur hal yang berbeda.
Kalpa adalah satuan waktu.
Tahun cahaya adalah satuan jarak.
Satu tahun cahaya merupakan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama satu tahun.
Karena satu Kalpa berlangsung selama 4,32 miliar tahun, cahaya secara teoritis dapat menempuh jarak sekitar 4,32 miliar tahun cahaya selama periode tersebut.
Namun, pernyataan yang tepat bukan:
1 Kalpa = 4,32 miliar tahun cahaya
Melainkan:
Selama satu Kalpa, cahaya dapat menempuh jarak sekitar 4,32 miliar tahun cahaya.
Kalpa tetap mengukur durasi, sedangkan tahun cahaya tetap mengukur jarak.
Makna Filosofis Kalpa
Di balik angka 4,32 miliar tahun, konsep Kalpa mengandung makna filosofis yang mendalam.
Kehidupan Manusia Sangat Singkat
Dalam skala kehidupan manusia, seratus tahun terasa sangat panjang. Namun, dalam skala satu Kalpa, seratus tahun hanya menjadi bagian yang hampir tidak terlihat.
Kesadaran ini mengajarkan manusia untuk memahami keterbatasan hidup dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Alam Semesta Berlangsung dalam Siklus
Kalpa menunjukkan pandangan bahwa alam semesta tidak hanya diciptakan sekali lalu berakhir selamanya.
Alam mengalami siklus:
Penciptaan → Keberlangsungan → Peleburan → Penciptaan kembali
Siklus ini terus berlangsung dalam ukuran waktu yang sangat panjang.
Segala Sesuatu Mengalami Perubahan
Tidak ada keadaan dunia yang berlangsung selamanya. Kehidupan, peradaban, planet, dan berbagai bentuk keberadaan mengalami kelahiran, pertumbuhan, perubahan, dan peleburan.
Kalpa menggambarkan bahwa perubahan merupakan bagian alami dari keteraturan kosmis.
Waktu Manusia dan Waktu Kosmis
Konsep Kalpa memperlihatkan perbedaan antara waktu yang dialami manusia dan waktu dalam skala kosmis.
Sesuatu yang terasa sangat lama bagi manusia dapat menjadi bagian kecil dari perjalanan alam semesta yang jauh lebih luas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama satu Kalpa?
Satu Kalpa berlangsung selama 4,32 miliar tahun manusia.
Berapa Mahayuga dalam satu Kalpa?
Satu Kalpa terdiri atas 1.000 Mahayuga.
Berapa lama satu Mahayuga?
Satu Mahayuga berlangsung selama 4.320.000 tahun manusia.
Berapa Manvantara dalam satu Kalpa?
Dalam satu Kalpa terdapat 14 Manvantara dan 15 masa peralihan.
Apakah Kalpa sama dengan usia Bumi?
Tidak. Satu Kalpa berlangsung selama 4,32 miliar tahun, sedangkan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,54 miliar tahun.
Apakah Kalpa sama dengan tahun cahaya?
Tidak. Kalpa adalah ukuran waktu, sedangkan tahun cahaya adalah ukuran jarak.
Berapa lama satu siang dan malam Brahma?
Satu siang Brahma berlangsung selama 4,32 miliar tahun dan satu malam Brahma juga berlangsung selama 4,32 miliar tahun. Jumlah keduanya adalah 8,64 miliar tahun.
Kesimpulan
Kalpa adalah satuan waktu kosmis dalam tradisi Hindu yang setara dengan satu siang Brahma.
Perhitungannya dimulai dari empat Yuga:
- Satya Yuga;
- Treta Yuga;
- Dwapara Yuga;
- Kali Yuga.
Keempatnya membentuk satu Mahayuga:
1 Mahayuga = 4.320.000 tahun manusia
Sementara itu:
1 Kalpa = 1.000 Mahayuga
Dengan demikian:
1 Kalpa = 4.320.000.000 tahun manusia atau 4,32 miliar tahun.
Malam Brahma berlangsung dalam durasi yang sama, sehingga satu siang dan malam Brahma mencapai 8,64 miliar tahun.
Apabila dibandingkan dengan perhitungan masa kini, satu Kalpa memiliki durasi sekitar 95,2 persen dari usia Bumi. Sementara itu, usia alam semesta diperkirakan setara dengan sekitar 3,19 Kalpa.
Namun, perbandingan tersebut hanya membantu manusia modern memahami besarnya skala waktu Kalpa. Kosmologi Hindu dan ilmu pengetahuan modern memiliki dasar, metode, serta tujuan yang berbeda.
Pada akhirnya, konsep Kalpa mengajak manusia menyadari bahwa kehidupan pribadi dan sejarah peradaban hanyalah bagian yang sangat kecil dari perjalanan kosmis yang berlangsung selama miliaran tahun.
Kita Sekarang Berada pada Siang Brahmā
Menurut perhitungan kosmologi Hindu–Purāṇa yang umum digunakan, saat ini kita berada di dalam Siang Brahmā, bukan Malam Brahmā.
Lebih tepatnya, posisi masa kosmis kita digambarkan sebagai berikut:
| Tingkatan waktu kosmis | Posisi saat ini |
|---|---|
| Masa kehidupan Brahmā | Parārdha kedua atau paruh kedua |
| Kalpa | Śveta-Varāha Kalpa |
| Manvantara | Vaivasvata Manvantara, ke-7 dari 14 |
| Mahāyuga | Mahāyuga ke-28 |
| Yuga | Kali Yuga |
Kalpa yang sedang berlangsung secara tradisional disebut Śveta-Varāha Kalpa, yaitu Kalpa Varāha Putih. Dalam Kalpa ini, enam Manvantara telah berlalu dan sekarang berlangsung Manvantara ketujuh yang dipimpin oleh Vaivasvata Manu. Di dalamnya, kita berada pada rangkaian Mahāyuga ke-28 dan sedang menjalani Kali Yuga.
Mengapa Disebut Siang Brahmā?
Satu Siang Brahmā berlangsung selama:
1.000 Mahāyuga = 4,32 miliar tahun manusia
Dalam satu Siang Brahmā terdapat 14 Manvantara. Selama periode inilah alam semesta berada dalam keadaan termanifestasi dan berbagai dunia serta kehidupan menjalani siklusnya.
Setelah Malam Brahmā berakhir, penciptaan atau manifestasi tiga dunia dimulai kembali dan berlangsung sepanjang pemerintahan 14 Manu. Sebaliknya, ketika Malam Brahmā berlangsung, Brahmā digambarkan beristirahat dan tiga dunia memasuki peleburan sementara.
Karena saat ini kita masih berada dalam Manvantara ke-7 dari 14 Manvantara, berarti Siang Brahmā belum berakhir.
Sudah Seberapa Jauh Siang Brahmā Berlangsung?
Perhitungannya dapat diringkas sebagai berikut:
- enam Manvantara telah selesai;
- tujuh masa peralihan telah dilewati;
- 27 Mahāyuga telah selesai dalam Vaivasvata Manvantara;
- Satya Yuga, Treta Yuga, dan Dwapara Yuga dalam Mahāyuga ke-28 telah berlalu;
- sekarang sedang berlangsung Kali Yuga.
Jumlah waktu yang telah berlalu sejak awal Siang Brahmā adalah sekitar:
1,973 miliar tahun manusia
Dibandingkan dengan panjang satu Siang Brahmā:
Jadi, menurut perhitungan tradisional:
Sekitar 45,7% dari Siang Brahmā telah berlalu.
Dengan demikian, kita bukan baru memasuki awal Siang Brahmā, tetapi telah berada hampir di pertengahan Siang Brahmā.
Masih tersisa sekitar:
sebelum Siang Brahmā berakhir dan Malam Brahmā dimulai.
Perumpamaan dengan Jam Manusia
Agar lebih mudah dibayangkan, anggap seluruh Siang Brahmā berlangsung dari pukul 06.00 hingga 18.00.
Karena sekitar 45,7% dari Siang Brahmā telah berlalu, posisi kita kira-kira berada pada:
Pukul 11.29 dalam “jam kosmis” Brahmā.
Artinya, kita berada mendekati tengah hari, tetapi belum tepat mencapai tengah Siang Brahmā.
Perumpamaan ini hanya digunakan untuk memvisualisasikan perbandingan waktu. Siang dan Malam Brahmā bukanlah siang dan malam akibat terbit atau terbenamnya Matahari seperti yang dialami di Bumi.
Kapan Malam Brahmā Dimulai?
Malam Brahmā baru dimulai setelah seluruh rangkaian berikut selesai:
- 14 Manvantara;
- 1.000 Mahāyuga;
- total 4,32 miliar tahun manusia.
Saat itu berlangsung peleburan sementara yang disebut naimittika pralaya. Malam Brahmā juga berlangsung selama 4,32 miliar tahun manusia.
Setelah Malam Brahmā selesai, Brahmā kembali “terbangun” dan Siang Brahmā berikutnya dimulai. Alam semesta kemudian kembali memasuki proses manifestasi.
Kesimpulan
Menurut kronologi kosmologi Hindu–Purāṇa:
Posisi lebih lengkapnya adalah:
Śveta-Varāha Kalpa → Vaivasvata Manvantara ke-7 → Mahāyuga ke-28 → Kali Yuga.
Sekitar 45,7% dari Siang Brahmā telah berlalu. Jadi, apabila digambarkan sebagai perjalanan dari pagi menuju sore, posisi kosmis kita berada mendekati tengah hari—belum memasuki Malam Brahmā.
Perlu ditegaskan bahwa ini merupakan penjelasan berdasarkan kosmologi tradisional Hindu, bukan penentuan waktu yang diperoleh melalui pengukuran astronomi modern.

