About Bali
-
Siwa, Sadasiwa, dan Paramasiwa
apa perbedaannya? Dalam kerangka Siwa Tattwa yang berkembang di Hindu Bali, ketiganya bukan tiga Tuhan yang terpisah, melainkan tiga aspek atau keadaan dari hakikat ketuhanan yang satu. Pembagian ini dikenal sebagai Tri Purusa. Perbedaannya terutama menyangkut Tuhan sebagai kenyataan mutlak, kemahakuasaan-Nya yang aktif, dan kehadiran-Nya yang menjiwai makhluk. proactiveducation.com Namun, ada satu hal penting: kata…
-
Asal Mula Alam Semesta
Menurut Agama-Agama dan Ilmu Pengetahuan Modern. Jawaban berbagai agama mengenai asal alam semesta tidak semuanya sama. Ada yang mengajarkan penciptaan oleh Tuhan, ada yang menjelaskan perwujudan dari realitas tertinggi, dan ada yang menggambarkan siklus dunia tanpa menetapkan pencipta pertama. Sementara itu, ilmu pengetahuan menyelidiki perkembangan alam melalui pengamatan dan model yang dapat diuji. Quran.com Untuk…
-
Durga Stawa Lengkap
Puja ring Pura Dalem Berikut adalah Durga Stawa versi Bali yang umum digunakan ketika tangkil atau ngastawa di Pura Dalem. Dalam sejumlah tuntunan kepamangkuan, bagian intinya terdiri atas lima bait, kemudian pada beberapa tradisi ditambahkan mantra penutup. (Academia) Bait I — Ngastawa Sang Hyang Giri Putri Om Giri Putri Dewa DewiLoka Sraya Maha DewiUma Gangga SaraswatiGayatri Waisnawi…
-
Sang Hyang Catur Dewi dalam konteks Pura Dalem
Arca Durgā Mahiṣāsuramardinī di Pura Bukit Dharma Durga Kutri merupakan salah satu contoh ikonografi Bhatari Durga di Bali. Arca ini membantu memahami aspek pelindung dan penakluk kekacauan, tetapi bukan gambaran baku “empat sosok Catur Dewi”. Mantra yang Anda maksud memang merupakan kunci penting untuk memahami Sang Hyang Catur Dewi yang berkaitan dengan Pura Dalem. Untuk konteks…
-
Siapakah Sang Hyang Catur Dewi?
Upacara Danu Kerthi di Danau Beratan. Foto ini memperlihatkan konteks pemuliaan danau dan sumber air; bukan gambaran ikonografis baku Sang Hyang Catur Dewi. Dalam tradisi Hindu Bali, Sang Hyang Catur Dewi bukan selalu nama bagi satu tokoh Dewi tertentu. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai sebutan kolektif bagi empat perwujudan Śakti, yaitu kekuatan ilahi feminin dari Sang…
-
Ketika Bade Menjadi Barang Pesanan
Membeli bade memberi kemudahan bagi keluarga, tetapi dapat mengikis pengetahuan tradisional apabila Undagi Bade tidak lagi dilibatkan sebagai perancang dan penanggung jawab.
-
Undagi Bade dan Dagang Bade
bedanya ada pada peran dan orientasinya. Undagi Bade adalah ahli atau arsitek tradisional pembuat bade. Perannya bukan sekadar membuat rangka, tetapi memahami pakem, ukuran, simbol, konstruksi, seni, dan aspek ritual. Dalam sumber tentang upacara Ngaben/Pelebon, pembuatan bade disebut perlu pengetahuan agama, filsafat, dan kesenian; pembuatannya dipimpin oleh tukang yang sudah bergelar undagi, bahkan dikaitkan dengan pelatihan dan pewintenan. Undagi…
-
Catur Cuntaka:
Pengertian, Jenis, Ruang Lingkup, dan Penerapannya 1. Pengertian Catur Cuntaka Cuntaka adalah keadaan ketika seseorang, keluarga, tempat, atau sarana tertentu untuk sementara dipandang belum memenuhi syarat kesucian ritual untuk memasuki tempat suci atau melaksanakan pekerjaan keagamaan tertentu. Dalam kehidupan masyarakat Bali, keadaan ini lebih umum disebut sebel, sedangkan istilah leteh atau cemer kerap dipakai untuk menggambarkan keadaan yang belum suci secara niskala. Keputusan…
-
Rumah Duka Bukan “Tempat Kotor”
Meluruskan Makna Cuntaka, Sesana Pemangku, dan Dharma Melayat Di tengah kehidupan masyarakat Hindu Bali, berkembang suatu anggapan bahwa rumah orang yang sedang berduka adalah “tempat kotor”. Atas dasar anggapan tersebut, sebagian orang yang telah mawinten, menjadi Jero Mangku, atau merasa sedang ngiring memilih tidak datang melayat karena khawatir kehilangan kesucian. Kehati-hatian dalam menjaga kesucian tentu patut dihormati. Seorang…
-
Kitab Suci Weda:
Pengertian, Bagian-Bagian, dan Subbagiannya 1. Pengertian Weda Weda atau Veda berasal dari akar kata Sanskerta vid, yang berarti “mengetahui”, “pengetahuan”, atau “kebijaksanaan”. Karena itu, Weda dapat diartikan sebagai pengetahuan suci yang menjadi dasar ajaran Hindu. Dalam keyakinan Hindu, Weda bukan ciptaan manusia atau apauruṣeya. Kebenaran Weda diyakini diterima atau “didengar” oleh para ṛṣi melalui kesadaran rohani, kemudian diwariskan secara lisan dari…
-

Kalpa dalam Kosmologi Hindu
Kalpa merupakan satuan waktu kosmis dalam tradisi Hindu yang berlangsung selama 4,32 miliar tahun manusia. Bagaimana cara menghitungnya dan bagaimana perbandingannya dengan usia Bumi serta alam semesta?
-
Diksa atau Pediksaan Sulinggih di Bali
Syarat, Proses, Persamaan, dan Keragaman Tradisi Aguron-guron Pendahuluan Diksa, yang dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali juga disebut Padiksaan, Pediksaan, Mediksa, atau Diksa Dwijati, merupakan proses penyucian dan kelahiran kembali secara rohani bagi seseorang yang akan menjalankan swadharma sebagai Sulinggih. Pediksaan bukan sekadar upacara pelantikan atau pemberian gelar keagamaan. Di dalamnya terdapat proses pendidikan, pengendalian diri, penyucian lahir dan batin,…
Got any book recommendations?
