Category: Adat

  • Ketika Bade Menjadi Barang Pesanan

    Membeli bade memberi kemudahan bagi keluarga, tetapi dapat mengikis pengetahuan tradisional apabila Undagi Bade tidak lagi dilibatkan sebagai perancang dan penanggung jawab.

  • Catur Cuntaka: 

    Pengertian, Jenis, Ruang Lingkup, dan Penerapannya 1. Pengertian Catur Cuntaka Cuntaka adalah keadaan ketika seseorang, keluarga, tempat, atau sarana tertentu untuk sementara dipandang belum memenuhi syarat kesucian ritual untuk memasuki tempat suci atau melaksanakan pekerjaan keagamaan tertentu. Dalam kehidupan masyarakat Bali, keadaan ini lebih umum disebut sebel, sedangkan istilah leteh atau cemer kerap dipakai untuk menggambarkan keadaan yang belum suci secara niskala. Keputusan…

  • Rumah Duka Bukan “Tempat Kotor”

    Meluruskan Makna Cuntaka, Sesana Pemangku, dan Dharma Melayat Di tengah kehidupan masyarakat Hindu Bali, berkembang suatu anggapan bahwa rumah orang yang sedang berduka adalah “tempat kotor”. Atas dasar anggapan tersebut, sebagian orang yang telah mawinten, menjadi Jero Mangku, atau merasa sedang ngiring memilih tidak datang melayat karena khawatir kehilangan kesucian. Kehati-hatian dalam menjaga kesucian tentu patut dihormati. Seorang…

  • Perjalanan Atma Setelah Kematian dalam Tradisi Hindu Bali

    Pendahuluan Kematian merupakan salah satu peristiwa paling mendalam dalam kehidupan manusia. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kematian menghadirkan kesedihan, kehilangan, dan perubahan besar. Namun dalam ajaran Hindu, kematian tidak dipandang sebagai berakhirnya seluruh keberadaan seseorang. Kematian terutama merupakan berakhirnya fungsi badan jasmani, sedangkan atma tetap melanjutkan perjalanannya. Dalam tradisi Hindu Bali, perjalanan setelah kematian dipahami melalui…

  • Bhisama Pasek

    Bhisama Pasek adalah kumpulan aturan, ajaran, dan pedoman hidup yang berlaku bagi krama (anggota) soroh Pasekdi Bali. Kata bhisama sendiri berarti “wejangan suci” atau “ketetapan leluhur” yang harus dihormati dan dijalankan. Berikut penjelasan inti secara jelas: 1. Makna Bhisama Pasek Bhisama Pasek merupakan pedoman spiritual dan sosial yang diwariskan oleh leluhur Pasek, terutama berkaitan dengan: Biasanya dikaitkan dengan ajaran…

  • Ogoh-ogoh konsep 2027

    “BHUTA KALA EVOLUTION: RWA BHINEDA CHAOS” Di dalam setiap manusia, tersembunyi dua kekuatan yang selalu bertarung.Bukan di luar… tapi di dalam diri. Ogoh-ogoh ini menggambarkan Bhuta Kala modern — bukan lagi sekadar sosok raksasa menyeramkan, tetapi manifestasi dari sisi gelap manusia masa kini. DUALITAS: WAJAH MANUSIA & BHUTA Sosok utama terbelah menjadi dua: Keduanya bukan musuh yang terpisah…melainkan dua…

  • Hari Raya Nyepi

    Hari Raya Nyepi: Filosofi Keheningan dalam Budaya Bali Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Namun berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan kemeriahan, Nyepi justru dirayakan dengan keheningan total selama 24 jam. Tidak ada aktivitas, tidak ada perjalanan, tidak ada cahaya—bahkan bandara pun ikut berhenti…

  • Dewa Agung Vs. Anak Agung Vs. Cokorda

    1. Dewa Agung Makna dan Asal Usul Konteks Sejarah Keturunan 2. Anak Agung  Makna dan Asal Usul Konteks Variasi Gelar Tambahan 3. Cokorda (Cokorda Istri/Cokorda Raka, dll) Makna dan Asal Usul Konteks Variasi Gelar Perbandingan Singkat Gelar Arti Status Sosial Umumnya Digunakan di Catatan Dewa Agung Dewa yang Agung Tertinggi Klungkung Raja pusat tertinggi Bali…

  • Tatanan Sosial Masyarakat Bali

    Tatanan sosial masyarakat Bali merupakan struktur sosial yang terbentuk dari nilai-nilai budaya, agama Hindu, dan adat istiadat yang sudah mengakar kuat sejak zaman dahulu. Tatanan ini membentuk pola hubungan sosial, peran, dan struktur kekuasaan dalam kehidupan masyarakat Bali. Berikut adalah penjelasan utama tentang tatanan sosial masyarakat Bali: 1. Sistem Kasta (Catur Warna) Tatanan sosial tradisional Bali sangat…